Rabu, 27 Maret 2013
Secarik Kertas dari Rima
hai, aku rima. Pagi itu matahari mengantarku berangkat sekolah seperti biasa. Tak ada yang beda ketika itu. Namun setiap sampainya di sekolah, aku merasa tak nyaman. aku merasa ini bukan tempatku. Semenjak ditinggal Ito, sahabatku. Aku merasa hampa. Rasanya memang tak ada yang bisa mengganti dia, dia yang selalu mendengarkan ku ketika aku sedih, marah, sebel. Memang aku akui dia sosok teman yang bisa dibilang perfect bagi ku. Maklum aku merasa atau bahkan ternyata aku dibuang dari pergaulan. Tak punya temen selain Ito. Aku bagaikan anak asing yang masuk tanpa permisi. Semua sinis melihatku. Tak ada yang mengajakku berunding, tak ada yang mengajakku belajar bersama. Mengapa mereka seperti itu ? aku terlalu idealis? aku terlalu sok tau ? ato aku terlalu ikut campur ?. Padahal aku sudah mencoba menjadi pribadi yang menurut kalian baik, Tapi balasannya mereka hanya mencemooh. Bagaikan kucing koreng, yang juga punya kesalahan. Mereka datang ketika butuh saja, habis manis sepah dibuang. Mungkin ini dulu kertas Rima hari ini.
Kamis, 14 Februari 2013
Tau Kah ?
Tau kah kalian ketika aku menangis ?
Tau kah kalian ketika aku memendam ini sendiri ?
Mereka hanya bisu bagai patung.
Ini semua untuk kita,
bukan hanya untuk aku.
Aku butuh kalian
Tau kah kalian ketika aku memendam ini sendiri ?
Mereka hanya bisu bagai patung.
Ini semua untuk kita,
bukan hanya untuk aku.
Aku butuh kalian
Sabtu, 27 Oktober 2012
Sahabat :)
Perteman tidak akan pernah bisa digantikan dengan apapun, sebesar bongkahan emas kau berikan akan ku tolak.
jujur hati ini begitu gembira, mengembang ketika mereka datang, canda tawa begitu lepas, pipi ini begitu ceria menandakan hati yang gembira, namun tak seperti yang kurasakan sekarang, hampa, sunyi, tak bertuan.
Mungkinkah aku tak betah berada di sarang ini ?
Haruskah aku terus berkamuflase unutk semua ini ?
atau aku harus terbang bebas untuk menjemput mereka disana, agar aku bisa tertawa lepas. agar aku bisa menghirup udara bebas ?
Sahabat itu panggilan yang begitu mengena buatku, mereka selalu membuatku comfort berada dekat mereka.
Tapi yakinlah kamu bisa bertahan, sedikit lama lagi untuk cita-citaku.
aku merindukanmu. kawan, sahabat :)
jujur hati ini begitu gembira, mengembang ketika mereka datang, canda tawa begitu lepas, pipi ini begitu ceria menandakan hati yang gembira, namun tak seperti yang kurasakan sekarang, hampa, sunyi, tak bertuan.
Mungkinkah aku tak betah berada di sarang ini ?
Haruskah aku terus berkamuflase unutk semua ini ?
atau aku harus terbang bebas untuk menjemput mereka disana, agar aku bisa tertawa lepas. agar aku bisa menghirup udara bebas ?
Sahabat itu panggilan yang begitu mengena buatku, mereka selalu membuatku comfort berada dekat mereka.
Tapi yakinlah kamu bisa bertahan, sedikit lama lagi untuk cita-citaku.
aku merindukanmu. kawan, sahabat :)
-Nurin K.-
kejayaan ?
ku sebutnya kejayaan ?
tapi mengapa sekarang nama itu luntur?
nama itu terkikis oleh zaman
kembalilah engkau
saat ku menulis ini, tetes air mata mengalir di pipi
tau kah engkau, aku merindukanmu,
kembalilah
kembalilah
datanglah padaku
di hari sumpah pemuda ini,
aku ingin engkau datang, dan tetap bersamaku
bersama di jiwa, bersama di ragaku dan bersama di hatiku,
semoga kau mendengar
-Nurin K.-
Rabu, 10 Oktober 2012
Senin, 08 Oktober 2012
Hasil yang kudapatkan
Mungkin hanya kata penyesalan yang dapat mewakili perasaanku yang lagi dihempaskan ke bumi sekeras-kerasnya,sakit rasanya bukan karena kecewa namun aku tak dapat membahagiakan orang yang kucintai. Tuhan ini kah teguranmu buatku ? mungkinkah aku terlalu meremehkan ? mungkinkah aku terlalu sombong? mungkinkah aku terlalu menengadahkan kepala ?. Kini saatnya aku harus membuat decision terus maju atau tertinggal di belakang ? Hai gadis kecil, yakinlah kamu bisa.
"Mungkin kejadian masa lalu tak dapat diubah, percayalah kita masih punya kesempatan unutuk mengubah masa yang akan datang "
because "my life must go on "
-Nurin K.-
Jumat, 27 Juli 2012
Sosok Diriku
Gadis kecil bernama Nurin K, itulah sosok diriku.
Aku hanya ingin menjadi the next srikandi yang pandai memanah, aku panah dunia ini dengan tulisanku. Agar dunia tau kalau aku tak ingin tunduk padanya. Berkarya sebebas mungkin tanpa dibatasi bentangan samudra yang tak mampu kuhitung berapa liter airnya.
-Nurin K-
Langganan:
Postingan (Atom)
